Su’udzon…

Berikut ini adalah suatu cerita terkenal yang terjadi di sebuah bandara udara. Bagi anda yang suka dan rajin membaca buku atau browsing di internet, tentu anda pernah membaca cerita ini. Selamat menikmati!
Suatu petang, seorang wanita muda sedang duduk di ruang tunggu bandara yang tak terlalu ramai, beberapa jam sebelum penerbangannya menuju kota dimana suaminya bekerja. Jenuh mengunggu, ia pun berjalan-jalan, melihat-lihat, dan membaca buku di sebuah took di bandara. Saat menemukan sebuah novel kesukaannya, ia lantas membeli berserata sekantung kue. Kemudian ia kembali ke tempat duduknya semula.
Ternyata di sana telah ada seorang pria tua berkacamata duduk dengan santai. Setelah senyum basa-basi kepadanya, wanita muda itu pun duduk dan langsung asyik membaca novel yang baru dibelinya. Tanpa menghiraukan apa pun yang terjadi di sekitarnya, sebagaimana lauaknya kebanyakan sikap orang metropolitan, wanita itu terus membaca dan membaca.
Setelah beberapa menit berlangsung, wanita itu meulai terganggu, ketika pria tua itu mengambil satu kue dari kantung yang diletakkan di atas kursi di antara mereka, lalu memakan kue itu dengan nikmatnya. Mulanya, wanita itu tak mengiraukannya sambil terus membaca buku dan mengambil satu kue serta memakannya. Tapi apa yang terjadi? Pria tua itu pun kemudian mengambil lagi satu kue sambil tersenyum, lalu memakannya dengan nikmatnya pula.
Karena tak mau ambil pusing dan membuat keributan, wanita itu tetap membiarkannya sambil terus membaca, memakan kue, dan sekali-kali melihat jam yang tergantung di dinding ruang tunggu. Lagi-lagi, pria tua itu pun mengambil satu kue dan memakannya. ”Kalau saja aku sedang tak berbaik hati, sudah kupanggil polisi bandara yang sedang berjaga itu agar laki-laki tua tak tau diri ini ditahannya,” gumam wanita itu dengan kesal dan sedikit marah. Setiap satu kue diambil dan dimakan wanita itu, pria tua itu pun mengambil satu kue dan memakannya.
Haingga tibalah saat ketika tinggal satu kue tersisa dalam kantung. Wanita itu membiarkannya, karena penasaran dan mencoba ingin tahu apa yang akan dilakukan pria tua itu. Dengan senyum dan tawa kecil yang agak gugup, pria tua itu pun mengambil kue terakhir dan memotongnya menjadi dua lalu memberikan satu bagian kepada wanita itu. ”Ngga tahu malu!” kembali wanita itu mengomel dalam hatinya dengan raut wajah yang kecut dan agak marah.
Tiba-tiba terdengan pengumuman dari petugas bandara bahwa pesawat yang akan ditumpangi wanita itu telah siap dan seluruh penumpang dipersilahkan segera menaiki pesawat. Wanita itu pun segera mengemasi barang-barangnya tanpa sedikitpun menghiraukan ’si pencuri kue’ itu lalubergegas menuju pesawat.
Setelah berada di dalam pesawat. Ia pun duduk dengan santai lalu melanjutkan membca novelnya yang hampir taman. Sesaat setelah pesawat lepas landas, tanpa sengaja ia memegang tas kecil yang dibawanya dan dengan sangat terkejut mendapati sekantung kue didalamnya. Itu adalah kue yang dibelinya di bandara. ”Kalau kue yang tadi kumakan adalah kue pria tua itu dan dia berbaik hati berbagi denganku.” terlambat untuk minta maaf. Ia menyadari dengan peraan kacau bahwa ternyata dirinyalah si ’pencuri kue’. So, berhati-hatilah dengan su’udzon.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.