Shalat Khusyu itu Mudah…!

Alhamdulillah kemarin saya diberi kesempatan mengikuti pelatihan shalat khusyu di masjid Al-ghifari IPB. Tepatnya hari Minggu, tanggal 22 Februari 2009. Kalau untuk infak peserta sih cukup mahal, nyampe Rp.500.000 lebih. tapi saya dan temen-temen cuman bayar buat konsumsi saja. Itupun dapat subsidi dari Al-ghifari. Maklum..marbothnya sendiri. Acara dimulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 10.00 malam. Tapi subhanallah terasa sebentar, malah masih pingin lagi.
Ternyata untuk mencapai shalat khusyu itu ada 5 tahap “saya agak lupa tahapan-tahapannya”, yang jelas mulai dari konsentrasi, gerakan, pemahaman tentang yang kita baca, perasaan diawasi dan lainnya harus benar-benar kita kuasai.
Pagi harinya kita disuruh shalat dhuha masing-masing, trus dihitung berapa lama dia shalat. Setelah itu peserta berpasangan. Yang satu shalat, dan yang lainnya mendengarkan apa yang dibaca, melihat gerakannya, menghitung kecepatannya, pokoknya semua diperhatikan deh.. diperhatikannya juga ga dari jauh, tapi bener-bener dari deket (satu jengkal dari muka).dan ternyata..subhanallah..setelah dibandingkan, shalat dengan diawasi itu lebih lama dari shalat sebelumnya yang tanpa diawasi. Yang asalnya shalat 2 rakaat itu sekitar 2-3 menit jadi meningkat 3-4 menit.
Kita tahu bahwa shalat adalah komunikasi dengan Allah. Tetapi terkadang kita tidak sadar bahwa Allah memperhatikan apa yang kita lakukan. Sehingga shalat yang dilakukan pun begitu cepat dan “sembarangan”, kita merasa bahwa dalam shalat kita berbicara sendiri. Padahal..dalam Al-Quran Allah berfirman 26: 218-220
“Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (26: 218-220)
dari shalat dzuhur sampai isya, yang menjadi iman shalat adalah ust.Sambo sendiri. Beliau mencontohkan cara shalat agar bisa khusyu. Setelah ba’da isya, ada seorang peserta bertanya, “ustadz..saya itu mencoba menghayati apa yang saya baca, tapi masalahnya baru nyampe ditengah bacaan ustadz sudah keburu ganti posisi”. Subhanallah..mereka tidak sadar, bahwa seandainya mereka shalat sebelum ikut pelatihan, maka mereka akan merasakan bahwa ust.Sambo shalatnya lama banget…!.
Alhamdulillah sebelum pelatihan shalat selesai, shalat peserta sudah mengalami begitu banyak perubahan. Shalat 2 rakaat 10 menit saja terasa sebentar. Bahkan diakhir latihan, dilaksanakan shalat ba’diyah isya, setiap peserta diminta shalat sendiri-sendiri, tapi dibimbing dalam bacaannya oleh ust. Sambo dan ternyata subhanallah..shalat 2 rakaat itu hampir setengah jam. Mereka begitu menghayati bahkan sampai menangis…
Mudah-mudahan kita juga bisa termasuk orang – orang yang khusyu dalam shalat. Amiinn…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.